Selamat Datang di Website Kami , dan Selamat Menikmati!
Jangan Lupa Untuk Memberi Kritik dan Saran Tentang Berita yang Anda Baca ! ( ´ ▽ ` )っ

Edit Efek Soft Focust Pada Hasil Foto

Disini kita akan beljar untuk mengedit foto hasil potret agar seperti DSLR

Instagram Bagi Pengguna Android

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN INSTAGRAM BAGI PENGGUNA ANDROID

Tips Dan Trik Fotografer Handal

Trik Menjadi Fotografer Handal dan Profesional

Inilah 8 Negara yang Memblokir Akses Situs Youtube

Pernahkah kamu membayangkan tinggal di negara tanpa Youtube

Mengenal Bank Indonesia

Mengenal Bank Indonesia: Sejarah Berdiri, Tugas,Tujuan,dan Kegiatan Operasionalnya

Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Februari 2019

Pesona Ongakan Sibukit Kura-kura

Kami sudah beberapa kali berkunjung ke Gunung Kelud, tepatnya sebelum terjadi letusan awal tahun 2014 lalu. Sekarang, saya penasaran karena ingin tahu seperti apa Gunung Kelud pasca terjadinya letusan.Pada hari terakhir festival Kelud digelar, kami berencana kesana. Namun, ketika perjalanan telah sampai di Ngancar dan memasuki kawasan wisata Kelud, kami berubah pikiran. Membayangkan bakal ramainya kawasan Kelud karena acara Kelud volcano road run, motor kami pun segera melipir kekiri, mencari arah ke wisata Bukit Kura-Kura.


Wisata Ongakan Bukit Kura-Kura berada di desa Besowo kecamatan Kepung kabupaten Kediri. Saya  tahu tempat wisata ini karena pernah menjadi lokasi shooting acara my trip my adventure. Bukit Kura-kura bisa ditempuh dari Wates atau Pare lurus ke arah kecamatan Puncu atau Kepung. Rute yang dilewati adalah Puncu – Kepung – Siman – Besowo. Karena kami telah sampai di Ngancar, maka kami harus berputar mencari jalur alternatif. Akhirnya kami nyasak-nyasak melewati jalur perkebunan cokelat yang maha luas. Jalan yang kami lalui adalah jalan setapak tanah yang berkelok-kelok plus hadiah berupa kubangan-kubangan air ditengah jalan. Selain kebun cokelat, di kanan kiri adalah kebun nanas dan pepaya yang menjadi tanaman komoditi di kawasan lereng Gunung Kelud. Sepanjang jalan, kami melewati truk-truk besar berlalu lalang mengambil pasir. Karna takut tersesat, kami harus berhenti ribuan kali dan bertanya kepada setiap orang yang bisa kami tanyai mengenai arah ke Kepung. Walau terbilang nyasar gak karuan, jalur dari Ngancar melewati perkebunan Satak terbilang lebih dekat jika dibanding jalur aspal mulus dari Wates atau Pare.


Memasuki Kepung,hujan deraspun turun
Kami harus menunggu hujan mereda sambil menikmati menikmati kopi hangat. Ketika perjalanan sudah sampai di desa Siman lurus saja ikuti jalan aspal hingga ketemu patung dan jalan bercabang, ambil arah ke kanan. Ikuti jalan hingga masuk desa Besowo. Mulai dari sini, sudah terpasang beberapa plang yang menunjukkan arah ke wisata Ongakan. Dibeberapa ruas jalan, warga sedang melakukan pengecoran. Mobil tidak bisa masuk. Selain itu, jalan masuk dari perkampungan warga hingga lokasi yang berjarak sekitar 4 kilometer semuanya adalah jalan tanah berbatu berkontur naik turun. Jalannya bikin rontok hati. Motor sekaligus orangnya harus rela terlunjak-lunjak sekitar setengah jam-an. Sekitar 2 kilometer sebelum lokasi, ada loket masuk ke kawasan wisata. Harga tiket masuknya Rp 5.000 untuk satu motor plus Rp 3.000 untuk ongkos parkir. 

Lokasi "Pohon Cinta" Kata si bapak penjaga tiket sih gak jauh, hanya 100 meter. Ini sih lebih, apalagi dengan tanjakan curam yang lumayan bikin ngos-ngosan. Begitu sampai di atas, kami celingak celinguk mencari si pohon cinta. Olala, gardu di depan kami inilah yang disebut sebagai lokasi pohon cinta. Di sekitar gardu berserakan kayu-kayu berbentuk papan. Sepertinya gardu ini baru selesai dibangun, dan menurut informasi bapak penjaga tiket di bawah tadi, diatas sini sedang proses pembangunan beberapa gazebo lagi. Pemandangannya bagus dari atas. Tapi kami tak bisa berlama-lama karena banyak yang antri untuk foto-foto.

Sesudah itu kami kembali dengan rasa senang meski semua tubuh terasa pegal karena jauhnya lokasi tersebut dan jangan lupa saat berkunjung didaerah kediri jangan sampai ketinggalan untuk mengunjungi area wisata ini.

Terima kasih telah membaca artikel ini berikan kritik dan saran anda atau mungkin juga bisa anda tambahkan request tempat wisata baru agar website kami dapat terus berkembang dan memberi anda wawasan kepada pembaca.
Berikut adalah lokasi Bukit Ongakan: 
Share:

Filosofi Gunung Kelud

Indonesia memiliki ratusan gunung baik yang masih aktif maupun yang tidak aktif. Tidak heran gunung dan pegunungan yang membentang di hampir seluruh wilayah Indonesia ini menjadi objek dimana masyarakat khususnya traveller sangat senang melakukan eksplorasi. Komunitas pecinta naik gunung atau hiking muncul dimana-mana dan mereka membawa misi untuk mencintai kelestarian lingkungan dengan naik gunung. Well, saya juga pernah naik gunung setidaknya 4 kali yang saya ingat. Pertama Gunung Anak Krakatau, kedua Gunung Bromo, ketiga Gunung Ijen dan terakhir adalah Gunung Kelud. Semuanya adalah gunung yang tidak terlalu tinggi dan tentu sangat mudah untuk didaki ehehe. Well, setidaknya saya pernah naik gunung meskipun tidak sering.

Naik Gunung Kelud adalah bagian dari liburan Lebaran 2018 yang lalu. Gunung Kelud adalah gunung yang terletak di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Kediri.

unung ini merupakan salah satu gunung berapi yang paling aktif di Indonesia dan sejak 1000 M telah meletus lebih dari 30 kali. Letusan terakhir terjadi pada tahun 2014 yang lalu dimana abu vulkanik yang dihasilkan bahkan sampai tersebar ke Surabaya dan Yogyakarta serta sempat menanggu aktivitas penerbangan di daerah tersebut.

Saat ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kediri tengah membangun jalan aspal dari pos masuk hingga ke kawah yang baru. Bagi yang tidak suka tracking dan off road,bisa sampai ke kawah juga loh. Biaya penyewaan jeep untuk off road sebesar Rp 375 ribu untuk 4 orang. Biaya tersebut lebih murah dibandingkan menyewa jeep di Bromo.

Meski kawah Kelud yang baru belum terbuka untuk umum, namun tidak menyurutkan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi wisata yang satu ini. “Tahun baru 2018 jumlah wisatawan ke Gunung Kelud menembus angka 10 ribu orang. Hari biasa jumlah pengunjung mencapai 300-600 orang, sedangkan akhir pekan mencapai 3000 pengunjung,” kata Kasie Promosi Pariwisata Kabupaten Kediri Naldirin.
Bersama dengan beberapa sepupu, kami mengendarai mobil pribadi. Sebenarnya tidak sulit untuk menuju ke Gunung Kelud karena memang akses transportasi sudah dibuka sedemikian rupa dan dibuat sehingga memudahkan wisatawan. Jalanan beraspal telah dibuat dan di beberapa ruas dilengkapi dengan area istirahat serta parkir yang luas. Mendaki gunung ini, pengunjung harus memarkir mobil sampai pada titik tertentu yang kemudian dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda motor alias ojek. Ojek ini menawarkan jasa angkut PP dengan harga sekitar 20.000/ orang. Cukup murah untuk jalanan yang turun dan menanjak. Dari titik pemberhentian motor, maka pengunjung masih harus berjalan sekian kilometer untuk mencapai puncak. Sejak terjadinya letusan, memang areal sekitar Gunung Kelud tertutup oleh abu vulkanik dan material lainnya. Dan ini tidak memungkinkan pengunjung untuk masuk lebih dalam menuju area puncak Gunung Kelud. Ya, akses ke sana ditutup karena memang sedang ada pengerjaan perbaikan akses. Terlihat beberapa alat berat ada di sana. Gunung ini ramai sekali dikunjungi oleh orang. Tepat di titik pintu akses yang ditutup, seorang pak tua menjajakan jasa foto. Dia terlihat sibuk karena pengunjung antusias menggunakan jasanya. Berada di sekitar area Gunung Kelud menyenangkan sekali. Udaranya sejuk dan pemandangan yang asri dapat dilihat di sekitarnya yang mayoritas adalah pegunungan yang gundul dengan ditutupi oleh semak belukar. Sesekali terlihat aliran air atau bahkan air terjun di dasar jurang. Di beberapa titik dulunya terdapat pemandian air panas, yang saat ini telah tertimbun oleh material vulkanik.

Gunung Kelud memang tidak bisa dilepaskan dari keberadaan legenda atau cerita rakyat setempat tentang Dewi Kilisuci.Informasi dari berbagai sumber, dari desa setempat menceritakan kala itu, dikisahkan Dewi Kilisuci anak putri Jenggolo Manik yang terkenal akan kecantikannya dilamar dua orang raja. Namun yang melamar sang dewi bukanlah dari bangsa manusia, karena yang satu berkepala lembu bernama Raja Lembu Suro dan satunya seorang raja berkepala kerbau bernama Mahesa Suro.

Hal ini lanjutkan dengan adanya sebuah sayembara yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia biasa kepada mereka berdua yang diadakan oleh sang dewi, karena sang Dewi Kilisuci sendiri memiliki tujuan untuk menolak lamaran tersebut. Isi dari sayembara tersebut adalah membuat dua sumur di atas puncak Gunung Kelud, yang satu harus berbau amis dan yang satunya harus berbau wangi dan harus selesai dalam satu malam atau sampai ayam berkokok.

Akhirnya dengan kesaktian Mahesa Suro dan Lembu Suro, sayembara tersebut disanggupi. Setelah berkerja semalaman di atas Gunung Kelud, kedua-duanya menang dalam sayembara. Tetapi Dewi Kilisuci masih belum mau diperistri. Kemudian Dewi Kilisuci mengajukan satu permintaan lagi. Yakni kedua raja tersebut harus membuktikan dahulu bahwa kedua sumur tersebut benar benar berbau wangi dan amis dengan cara mereka berdua harus masuk ke dalam sumur.
Karena mereka berdua terpedaya dengan rayuan sang Dewi, keduanya pun masuk ke dalam sumur yang sangat dalam tersebut. Begitu mereka sudah berada di dalam sumur, lalu Dewi Kilisuci memerintahkan prajurit Jenggala untuk menimbun keduanya dengan batu. Maka matilah Mahesa Suro dan Lembu Suro di Sumur dari hasil buatannya itu sendiri di atas Gunung Kelud.Tetapi sebelum mati Lembu Suro sempat bersumpah dengan mengatakan (dalam bahasa jawa) “Yoh, wong Kediri mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping yoiku. Kediri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung”. yang artinya (Ya, orang Kediri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kediri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan dan Tulungagung menjadi danau. Karena adanya cerita rakyat ini, setiap tahunnya dilakukan upacara ritual sesaji Gunung Kelud.

#Jadi Kesimpulanya dari wisata gunung kelud ini membawa banyak masalalu yang menjadi sejarah yang melegenda dikabupaten kediri terutama pada saat ada letusan gunung kelud tanggal 14 februari 2014 yang lalu.Singkat cerita itulah pengalaman saya di gunung kelud dan sekian terima kasih,jika ada yang kurang ataupun salah tolong kritik dan sarannya juga reaksi anda saat melihat postingan kami,terima kasih telah mengunjungi website kami :)


Berikut lokasi gunung kelud jika ingin berkunjung:
Share:

Sabtu, 23 Februari 2019

Gumul Paradise Island Waterpark(GPI)



Wahana yang paling diminati oleh warga masyarakat sehingga hampir di setiap daerah, pemerintah setempat berusaha untuk mengembangkan 
salah satu jenis wisata tersebut, yang mana diharapkan bisa menjadi salah satu icon wisata daerah setempat dan sebagai kota tujuan wisata yang seru dan favorit di kediri.
Begitu juga dengan yang sedang di rintis Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini yaitu, tempat wisata air dengan nama “ GUMUL PARADISE ISLAND” (GPI).. GPI design dan rancang sedemikian rupa sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu wisata air terbaik di Jawa Timur dengan menawarkan berbagai macam wahana permainan seperti: Speed slide, body slide, kolam jamur, fun boomerang, kolam bak tumpah,flying fox dll. Selain itu juga disediakan fasilitas penunjang untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung seperti: Toilet, Food Court, Musholla, Loker, giftmart dll.

Selain tempat yang strategis dan terjangkau, GPI juga tidak mematok harga tiket yang mahal. Hal ini ditujukan supaya semua kalangan bisa menikmati wisata air ini, khususnya masyarakat Kediri dan wisatawan luar kota maupun wisatawan asing khususnya.Setelah lama ditunggu, akhirnya Kediri Waterpark dibuka pada tanggal 19 Juni 2014. Area wisata yang berada di dataran tinggi di Desa Pagung, Kecamatan Semen dengan ketinggian 350 meter di atas permukaan laut dengan suhu pada malam hari 21 – 22 derajat celcius, siang hari 29 – 30 derajat celcius hampir sama dengan kota Malang. Waterpark ini dilengkapi fasilitas penginapan hotel dan dekat dengan tempat wisata lain seperti Desa Wisata Joho, Sumber Podang, Pohsarang dan Kawasan Wisata Besuki – Dolo.

Kediri Waterpark dilengkapi ragam permainan yang menarik antara lain waterslide panjang 216 meter yang merupakan terpanjang di Indonesia dan Asia, kolam arus, kolam anak, jembatan koi, kolam tsunami, kolam kaki,, kolam plaza, colosseum, wall climbing, tower slide, bianglala, racer slide, boomerang slide, kolam umum, kolam sekoci, go-kart, kora-kora, swing extreme, sepeda udara, slingshot, spaceball, dll. Disini juga juga akan segera dilengkapi dengan monorail yang dioperasikan malam hari untuk menikmati pemandangan Kota Kediri diwaktu malam serta gondola (kereta gantung) yang menghubungkan dua bukit untuk mencapai waterslide. Sangat menarik bukan? Kediri Waterpark dibuka setiap hari pukul 10.00 hingga malam hari pukul 21.00 WIB sehingga memungkinkan untuk menikmati indahnya malam hari Kota Kediri dari atas. Harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp. 50.000,- untuk weekdays dan Rp. 70.000,- untuk weekend.

GUMUL PARADISE ISLAND (GPI), yang dikelola oleh PT. Panorama Wisata Sejahtera. GPI kita design dan rancang sedemikian rupa sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu wisata air terbaik di Jawa Timur dengan menawarkan berbagai macam wahana permainan seperti: Speed slide, body slide, kolam jamur, fun boomerang, kolam bak tumpah,flying fox dll. Selain itu juga disediakan fasilitas penunjang untuk keamanan dan kenyamanan pengunjung seperti: Toilet, Food Court, Musholla, Loker, giftmart dll.
Jam berkunjung dan tiket masuk.
Jam kunjung
Selasa – Jum’at : 08.00 – 17.00 WIB
Sabtu – Minggu / hari libur : 07.00 – 17.00 WIB
Tiket masuk
Anak – anak : Rp. 15.000
Dewasa : Rp.20.000

Jadi seperti itulah kurang lebihnya tentang wahana wisata air ini karena kami belum pernah kesana namun kami akan mencobanya saat kami ada waktu luang..
Mohon Saran diberikan untuk membangun website kami,Terimakasih telah membaca artikel kami...

Berikut lokasi GPI Kediri:
 

Share:

Jumat, 22 Februari 2019

Wisata Kampung Indian Kediri Serasa berada di India


Kelud ethincal garden atau yang lebih dikenal dengan kampung indian berarti Taman yang Unik Di Kawasan Gunung Kelud. Penentuan nama ini berdasarkan saran dan masukan dari berbagai pihak,khususnya Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri. Ada beberapa alasan strategis dibalik penamaan tersebut diantaranya Nilai Jual Nama Yang diselaraskan dengan kearifan lokal. Artinya, bahwa Kelud sebagai pamor utama harus hadir dalam brand sebuah usaha atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Kenapa Kelud ? Gunung kelud adalah gunung yang terkenal secara internasional, dengan daya tarik letusan dan dampak dampaknya, menjadi sebuah kajian berbagai disiplin keilmuan para ilmuwan dunia.

Ethnical Garden merujuk pada konsep bangunan wisata yang ada. Bahwa layout pembangunan kami berdasarkan arsitektur seni, yang mana ide dan pelaksanaanya berlandaskan kehalusan rasa seni. Dalam prosesnya kamipun juga memilih para pekerja yang disesuaikan. Hal ini dapat pada awalnya bangunan kami dulunya adalah lahan nanas dan landscape tebing,namun sekarang telah berubah menjadi kawan hijau yang tertata rapi dengan sarana prasarana taman.

KAMPUNG INDIAN KEDIRI / Kelud Ethnical Garden
Merupakan Objek Wisata yang berada di Desa Sempu,Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Tempat Ini dirintis sejak Bulan Maret 2017 dan Selesai Pembangunan Pada Tanggal 15 Agustus 2017.
Dalam pengelolaan wisata ini, kami merumuskan 4 P yang harus menjadi landasan utama yakni
1.Tempat
Wisata ini dalam merupakan sebuah kawasan terpadu dari objek wisata gunung kelud sebagai magnetnya. Kita akui bahwa Gunung Kelud adalag gunung yang terkenal dan memiliki pamor kuat. Dari aspek itulah, akan mudah bilamana usaha wisata baru di dirikan di kawasan ini
2.Harga
Harga merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan bisnis wisata. Untuk itu kami menetapkan harga yang terjangkau. parkir motor 3.000. Mobil 5.000. Tiket Masuk 5.000 , Renang 5.000, Minum dingin 7.000. Sewa Topi 5.000.
3.Pathnership
Kami menyadari bahwa pathnership adalah fondasi kuat untuk pengembangan wisata ini. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan pemerintahan desa sempu, salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat. 80% Pegawai berasal dari Desa Sempu, Lapak makanan serta Pengelolaan perpakiran
Mungkin kurang lebihnya seputar kampung indian ini untuk pengetahuan tempat wisata namun jika masih kurang bisa anda tambahkan komentar anda untuk memperluas pemahaman soal wisata kediri ini..
atau bisa juga request tempat wisata lagi agar website ini tetap aktif dan dapat memberi anda informasi masakini :)
Terimakasih telah membaca dan berikan reaksi anda saat membaca artikel diwebsite kami,.


Berikut lokasi kampung indian:

Share:

Kamis, 21 Februari 2019

Eksotika Pariwisata Waduk Siman, Kepung - Kediri






Sudah taukan apa itu waduk dan apa manfaat waduk bagi kita. Sekarang saya akan membahas Waduk Siman. Waduk Siman terletak kira - kira 15 Km dari Kota Pare. Dimana Waduk Siman terletak di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Berbatasan langsung dengan Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Air yang mengalir ke Waduk Siman berasal dari Waduk Selorejo yang mengalir turun ke Waduk Sekuli, turun lagi ke Bendungan Ceplesi. Nah dari Ceplesi turun lagi melalui PLTA Mendalan menuju ke Waduk Siman. Aliran air ke Waduk Siman ini dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air atau PLTA. PLTA yang dekat dengan Waduk Siman adalah PLTA Siman. Jaraknya sekitar 800 meter dari Waduk. Waduk yang luasnya sekitar kurang lebih 2 hektar ini saat sore hari banyak dikunjungi oleh masyarakat.

 Banyak masyarakat sekitar Waduk Siman berwisata disini untuk melepas penat setealah melakukan aktifitas seharian. Dan juga menikmati udara segar. Apalagi disaat puasa kayak gini. Makin banyak yang datang ke Waduk Siman untuk ngabuburit. Pemandangan yang indah serta suasana asri pegunungan. Memanjakan para pengunjung untuk berlama - lama di Waduk Siman.

Saya dengan adik saya menyusuri sekitar Waduk Siman. Oya, jangan takut bagi yang sukanya gratisan seperti saya ini.hahaha Masuk ke kawasan Waduk Siman tidak bayar karcis masuk. Alias free, gratis 24 jam. hahaha Sempat mengabadikan momen dulu dekat Waduk. Setelah merasa puas berputar menyusuri sekitar Waduk. Saya dan adik saya beranjak menuju hutan yang tentunya masih di kawasan wilayah Desa Siman, Kepung. Hutan disana sangat terawat. Daun - daun yang menghijau menyapa saya ketika saya melewati kawasan hutan.Namun hari semakin sore. Jadi kami mengurungkan niat untuk ke sana.Senja pun menyapa, mengingatkan agar segera pulang. Kami segera pulang. Dalam bayangan kami ada yang menunggu di rumah untuk disantap.Kalau berkunjung ke Kediri jangan melewatkan untuk singgah di Waduk Siman. Sembarai bersantai untuk menikmati Eksotika Waduk Siman


Terima kasih telah membaca artikel dari website kami berikan saran dan request tempat yang akan kami  update lagi seputar wisata dikabupaten kediri.

Berikut lokasi Waduk Siman Kediri:


Share:

Label